Hidup didalam sebuah ruangan yang sangat sempit, luasnya dibuat
mengikuti besar ukuran tubuh kita, bergerak di dalam pun sangat susah sekali.
Namun kita merasa sangat nyaman dan aman di dalamnya, tidak perlu memikirkan
kerasnya dunia yang kejam. Makan pun kita sudah diatur sesuai dengan selera
pemilik ruangan tersebut. Cikal bakal kehidupan kita berasal dari ruangan yang
sangat sempit itu, bisa dikatakan ruangan itu tempat untuk menentukan kehidupan
kita kelak sebagai seorang khalifah di muka bumi.
Hanya berbekal sesuatu benda semacam selang untuk menerima
asupan makanan dari pemilik ruangan tersebut, kita memang harus survive di
dalam tempat tersebut. Untuk membebaskan diri kita dari dalam ruangan tersebut
pun perlu mengerahkan beberapa pasukan yang berjuang, selain itu pemilik tempat
juga harus berjuang bahkan sampai bertaruh nyawa untuk mengeluarkan kita dari
tempat itu. Setelah diselamatkan dari dalam ruangan tersebut tetapi kita malah
menangis dan yang lain bahagia bahkan pemilik tempat itupun turut bersuka cita
menyambut kebebasan kita. Lantunan suara adzan masuk pada telinga menyebar
kedalam seluruh aliran darah kita dan membawa kedamaian pada diri ini.
Iyaaa, nama tempatnya adalah Rahim. Tempat yang sangat nyaman menurut saya, dikurung 9 bulan di
dalamnya dengan asupan makanan seadanya namun saya sangat merasa nyaman dan
aman di dalamnya tanpa memikirkan kerasnya dunia. Bermilyaran sel sperma
memperebutkan tempat tersebut tapi hanya ada satu yang mampu mencapai tempat
tersebut yaitu diri kita masing-masing yang siap mengemban tugas dan kewajiban
seorang khalifah. Perlakuan sang pemilik tempat dan pasangannya terhadap diri
kita selama didalamnya sangat berpengaruh besar terhadap sifat kita kedepannya.
Selamat berjuang untuk kalian yang telah membaca tulisan saya, semoga kalian
dapat bertahan hidup menghadapi seleksi alam yang keras ini. Good luck for
you!!!!
By: Yanuar Kurniawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar