Minggu, 21 Juli 2013

perjuangan hidup


Hidup didalam sebuah ruangan yang sangat sempit, luasnya dibuat mengikuti besar ukuran tubuh kita, bergerak di dalam pun sangat susah sekali. Namun kita merasa sangat nyaman dan aman di dalamnya, tidak perlu memikirkan kerasnya dunia yang kejam. Makan pun kita sudah diatur sesuai dengan selera pemilik ruangan tersebut. Cikal bakal kehidupan kita berasal dari ruangan yang sangat sempit itu, bisa dikatakan ruangan itu tempat untuk menentukan kehidupan kita kelak sebagai seorang khalifah di muka bumi.

Hanya berbekal sesuatu benda semacam selang untuk menerima asupan makanan dari pemilik ruangan tersebut, kita memang harus survive di dalam tempat tersebut. Untuk membebaskan diri kita dari dalam ruangan tersebut pun perlu mengerahkan beberapa pasukan yang berjuang, selain itu pemilik tempat juga harus berjuang bahkan sampai bertaruh nyawa untuk mengeluarkan kita dari tempat itu. Setelah diselamatkan dari dalam ruangan tersebut tetapi kita malah menangis dan yang lain bahagia bahkan pemilik tempat itupun turut bersuka cita menyambut kebebasan kita. Lantunan suara adzan masuk pada telinga menyebar kedalam seluruh aliran darah kita dan membawa kedamaian pada diri ini.

Iyaaa, nama tempatnya adalah Rahim. Tempat yang sangat nyaman menurut saya, dikurung 9 bulan di dalamnya dengan asupan makanan seadanya namun saya sangat merasa nyaman dan aman di dalamnya tanpa memikirkan kerasnya dunia. Bermilyaran sel sperma memperebutkan tempat tersebut tapi hanya ada satu yang mampu mencapai tempat tersebut yaitu diri kita masing-masing yang siap mengemban tugas dan kewajiban seorang khalifah. Perlakuan sang pemilik tempat dan pasangannya terhadap diri kita selama didalamnya sangat berpengaruh besar terhadap sifat kita kedepannya. Selamat berjuang untuk kalian yang telah membaca tulisan saya, semoga kalian dapat bertahan hidup menghadapi seleksi alam yang keras ini. Good luck for you!!!!


By: Yanuar Kurniawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar