Rabu, 10 Juli 2013

kisah saya di teknik sipil


Teknik sipil, menurut beberapa orang jurusan teknik sipil adalah jurusan yang dinilai cukup expert karena di jurusan teknik sipil itu sendiri berisi orang-orang yang pinter. Ditambah lagi dengan adanya kata “teknik” maka di dalam benak orang awam kata itulah yang membuat jurusan itu menjadi lebih “woww!!”. Dulu saya waktu kecil kira-kira masih SD sempat bertanya pada ibu saya begini “Buk,jurusan di kuliah yang isinya orang-orang pinter apa to?” lalu ibu saya menjawab “jurusan Teknik Sipil”, semenjak saat itu saya berniat untuk masuk teknik sipil. Bayangkan!! Itu saya masih SD lhoooo,kira-kira usia 10 tahun, usia yang menurut saya masih belum ngerti dunia perkuliahan sama sekali.

Hari berganti hari sampai pada akhirnya saya lulus dari SMA untuk memasuki dunia perkuliahan, saya disuruh mendaftar orang tua saya untuk sekolah di salah satu ikatan dinas yang terkenal di indonesia,kampusnya terletak di daerah jatinangor jawa barat. Karena saya orangnya manut jadi saya daftar disana,ya kira-kira saya sudah melewati 3 tahap test untuk masuk ke sekolah itu tapi ternyata Tuhan berkehendak lain,saya gagal untuk masuk di sekolah tersebut,sedih sih :(

Sampai pada suatu saat,mimpi saya waktu SD itu muncul kembali. Saya mendaftar kuliah di salah satu universitas negeri di semarang mengambil jurusan teknik sipil dan teknik geologi,kalau kata kakak sepupu saya dua jurusan tersebut adalah jurusan yang cukup berat di kampus tersebut dan dia hanya bilang “koe kewanen!!”, tapi saya tetep maju dan akhirnya saya belum beruntung di kedua jurusan tersebut,hehehehe. Saya tetap tidak menyerah, saya mendaftar di salah satu universitas negeri di semarang lainnya,disitu saya mengambil jurusan Pendidikan teknik bangunan, S1 dan teknik sipil, D3. Alhamdulillah saya keterima di Universitas Negeri Semarang (UNNES) jurusan teknik sipil program studi Pendidikan Teknik Bangunan, S1.

Jadi kira-kira begitulah cerita kehidupan saya tentang sipil,untuk lebih jelasnya lagi bisa langsung menghubungi saya,hehehe. Intinya yang bisa saya petik dari kisah saya tadi adalah jika ada tekad atau kemauan semuanya pasti bisa kok, saya bukan termasuk golongan orang yang pintar tapi saya hanya belajar dan berdoa supaya dapat bersaing dengan orang pintar dan dapat mengikuti pola pikir mereka.

Yaudah segitu aja yaaa, gak usah banyak-banyak nanti malah pada males bacanya. Besok akan saya sambung ceritanya kalau ada waktu. See you guys!!!

By: Yanuar Kurniawan

4 komentar: